Search

SilentManifest

Don't Trust Me. I'm not a Writer

Category

cerpen

Olivia, Oh Olivia

016827600_1461990112-2

“Ketika harapan tak pernah terwujud. Hanya satu yang tersisa bagi kita, Olivia. Jangan pernah kecewa, jangan kecewa, jangan kecewa. Jangan pernah kecewa. Olivia!!”

Olivia. Adalah gadis bermata abu-abu yang pendiam itu. Tak seorangpun yang benar-benar mengenalnya. Tak seorangpun yang memahami jalan pikirannya. Tidak untuk saudara-saudaranya, tidak untuk teman-temannya. Bahkan tidak juga untuk kedua orang tuanya. Hanya dia, sungguh hanya dia dan Tuhannya saja yang paham apa yang terpatri dalam batinnya. Continue reading “Olivia, Oh Olivia”

Advertisements

TANPA JEMARI

hqdefault

Aku ingin menulis sekali lagi malam ini, seperti pesakitan menjelang kematiannya. Memasang kembali jemari yang telah lama kulepas. Memetik kenangan yang berserak, menjemputnya, merangkainya, menjadikannya kisah yang terabaikan.

Aku akan bercerita padamu tentang seorang gadis yang memotong jari-jemarinya. Wanita kecil pendendam yang telah melempar seribu kata pada jantung nuraniku. Menembus aorta aliran perasaanku. Dimana ia memberiku arti, setelah menusukku dengan tanya, “Bagaimana hidup dapat begitu kejam?Continue reading “TANPA JEMARI”

PENGANTAR PESAN

218844_karya-seni-dari-kertas-oleh-yulia-brodskaya_663_498

Ketika itu langit dipermainkan bintang. Bulan mengintip malu-malu di balik kabut malam yang liar. Jangkrik bersenandung harmoni, memberi tanda bagi hawa panas untuk membelai tubuh-tubuh kaum tropis.

Aku tak berbaju, hanya memakai celana tanggung yang ujung bawahnya menutupi sampai ke betis. Pinggang celana kuangkat sampai ke pusar. Agar tak terlihat bagian-bagian intimku. Panas benar malam ini. Keringat sebesar-besar beras menempel pada kulit. Membuat risih siapapun yang punya badan. Kutenggak buru-buru air perasan jeruk bercampur es batu, yang dari tadi melambai-lambai saja rasanya di atas meja. Haaah, segarnya. Continue reading “PENGANTAR PESAN”

Lelaki, Payung, dan Hujan

gerimis

“Untuk apa aku lakukan semua ini, jika akhirnya untuk kutinggalkan juga?”

Suara itu bertanya dalam nada yang datar.

Lelaki itu bermata kecil. Ia sedang termenung, berpangku pada kusen jendela. Matanya yang tajam menatap keluar ruangan yang dipenuhi cahaya lampu kota. Bahunya terlihat berat, pundak itu membungkuk seakan ia telah merasakan beban yang amat sangat. Bicaranya terdengar begitu waspada, seolah telah ia rasakan seluruh kesulitan dalam hidup, yang membuatnya selalu siaga, bahkan hanya untuk bersuara.

Di balik tubuh muda itu nyatanya terdapat jiwa yang sangat ringkih. Melihatnya orang-orang mungkin tak akan berpikir, bahwa dalam dirinya ia telah menjalani hidup sebagai orang yang berumur panjang. Hampir-hampir tak bersisa kegagahan berciri pemuda yang terpahat di jiwanya. Lelaki itu selalu merasa bahwa hidupnya adalah sebuah kehilangan. Continue reading “Lelaki, Payung, dan Hujan”

Menghitung Mundur

bllody_thumb

Aku telah melihat Taman-taman masa depan yang indah. Ketika harapan merayap diam-diam masuk ke dalam jubah pikiranku.

Dunia dimana tak ada lagi Keserakahan. Pengkhinatan telah mati bersama waktu. Aku telah memungut serpihan-serpihan cerita sepanjang masa. Kali ini aku tak ingin lagi menyia-nyiakan apa yang bisa kuraih hari ini. Tak ada lagi tunda. Esok sudah memberiku kabar gembira melewati masa lalu yang bijaksana.

Aku.

Mulai menghitung mundur.

Sepuluh.

Sembilan.

Delapan.

Tujuh.

Enam.

Lima.

Empat.

Tiga.

Dua.

Satu.

Kini aku akan kembali pada aku. Untuk menjemput esok tanpa kesia-siaan. Sebelum lahir segala kesia-siaan.

 

 

Jogja, 5 Agustus 2015 // 21:51

 

PENGHUNI BARU

cermin-angker-dan-berhantu-dilelang-anda-berani-beli

Amy memandang genit pada cermin kaca di hadapannya.

Amy membatin pada diri sendiri. Cermin, kau adalah sahabat terbaikku. Saat aku menangis, kau tak pernah tertawa. Continue reading “PENGHUNI BARU”

OTOBIOGRAFI ADALGISA

IMG_4158

Perkenalkanlah.

Namaku Adalgisa. Kini pada waktuku, tepat pukul satu lewat tigapuluh satu tengah malam. 11 Maret 616 MB (Masehi Baru). Aku telah menuliskan surat ini. Continue reading “OTOBIOGRAFI ADALGISA”

Blog at WordPress.com.

Up ↑

Ratu Puisi

Pecandu Romansa

Never Danced Before

We Dance, We Laugh, Then We Dance Again

Catatan Perjalanan Hidup ^^

Hidup adalah tentang memberi dan menerima, jadi berbagilah untuk sebuah kebahagiaan

Monolog Tan Panama

...datang dini hari, pergi sebelum pagi...

fattahrumfot.writings

Tinta-Tinta Gagasan

mulya rabbani

kemuliaan selalu membawa jalan terbaik

adistyamahelaa

Perempuan yang memiliki ikatan emosional dengan mawar.

dikatakan

Mengatakan sastra dan kebenaran

dilogipapua

Kajian Sosiologi Pendidikan West Papua

NondigunawanBlog

Just another WordPress.com weblog

An Innocent Liar

Part time writer, full time dreamer.

Aysrayu

Kosakata Hidup

HANIF

buat apa berkata yang tak pantas untuk dikata - katakan

Afa

Catatan Anak Hukum

Negara Khilafah Islamiyyah

Just another WordPress.com site

Di Atas Jam 11

Waktunya Lari dan Bermimpi!

BALE BUKU BEKAS, Rare & Used Bookstore

Kepercayaan Anda Masa Depan Kami