topeng

“Ternyata Bapak Pelawak”

bapak bilang, bapak punya beribu harap
bapak bilang, bapak bersama kami di tanah gelap
pak, tapi jangankan seribu, satu pun tak bisa diharap
pak, jangankan bersama, melirik saja sudah tak telap

kemari pak, peluklah daku
jubah panasmu terasa nikmat
ajudanmu suruh kemari
jangan berkelahi, malulah pada kami

kekasih, kemarilah, jangan berbisik saja
ini si bapak, sampaikan padanya
boneka kita sudah lusuh
batu baterainya perlu diisi

biarlah, kami tak menuntut lagi harapan
kami tahu bapak sedang sibuk
biar kami main boneka saja, pak
terserah boneka mana saja, asal bisa bicara, dikenakan pakaian
satpam

tapi maaf sebelumnya, pak
ini boneka punya siapa?
tadi ada yang teriak bangsat, pada kami
minta dikembalikan bonekanya

ah, sudahlah pak
tak usahlah, kukembalikan lagi boneka ini
biar kami main tanah saja
kemari kasih, kita santap tanah bersama
bapak mainlah boneka ini
ternyata memang tak ada apa buat kami
anggap saja kemarin; tentang harapan, janji, dan omongan bapak hanya
bercanda

ya, bapak hanya bercanda, buat kami tertawa
kenapa aku bodoh benar
kemarin itu hanya lelucon, sampai tak sadar
hahahaha
bapak benar-benar pelawak

Yogyakarta, 18 februari 2015 // 1:40 AM

Advertisements