images (13)

Aku adalah kenangan. Akulah pemulung ingatan lampau. Pengorek dan penggali sejarah usang. Aku berjalan mundur sebab aku tak ingin tertinggal satupun dalam edaran waktu. Kisah-kisah bersembunyi di balik jubah masaku. Menunggu. Para kekasih mencoba bernostalgia, menyeret aku kembali pada kereta takdir yang tertinggal.

Waktu tak kan pernah mampu membunuhku. Justru Akulah yang membunuh khayalan detik demi detik. Menit demi menit. jam demi jam, hari demi hari. Bulan demi bulan. Tahun demi tahun. Decade demi decade.

Begitu banyak yang meludahi diri sendiri, memaki hari yang telah lalu. Sebab tak mampu bersaing dalam terang dan gelap. Mereka kubur kenangan itu jauh di dalam tanah kehidupan. Mereka tenggelamkan kisah-kasih itu sedalam-dalam samudra masa. Hingga perut sang kenangan menjadi sesak menampung jutaan cerita.

Aku adalah kenangan itu. aku adalah kisah. aku adalah pemulung ingatan lampau. Akulah sang waktu, yang terkubur bersama kenangan, kisah, dan ingatan lampau yang terlupakan, dan sengaja dilupakan.

Aku melayang di atas abad, beredar dari era ke era. Bunga-bunga mekar kembali kuncup, gugur dan bersemi entah berapa kali. Tanah datar dan rawa yang tenggelam kini menjulang meninju langit. Gunung tak lagi menancap gagah, cekung dikeruk isi perutnya.

Kenangan. Kisah. Ingatan lampau. Sejarah. Aku tak kan mati. Sebab akulah sang waktu. Aku akan memburu setiap yang bernyawa. Siagalah. Kalian tak akan bisa bersembunyi dari kedatanganku.

 

Jogja, 14 Januari 2015

Advertisements