lorong

“Beri Aku”

seorang filosof berkata;
lebih dari harta,
tahta,
ketenaran,
keadilan.
beri aku kebenaran

beri aku apa yang kumau
jalan itu sudah berlubang
kubangan kotor penuh lumpur
beri aku perkakas
beri aku alat
untuk membereskan kerja mereka
kerja yang tak pernah usai
bahkan berakhir sebelum bermula

beri aku penerang
itu lorong sudah gelap
para peri beterbangan menangkap cahaya
cahaya apa itu mulai memudar
beri aku jalan, minggir
enyah kalian
gelap!! kenapa gelap?
ah, beri aku jalan yang terang
beri aku
tirani itu sudah terlampau lama berdiri
di situ-situ saja
cahayaku terhalang
beri aku
beri aku palu
biarku pecahkan kepalanya
berikan aku “aku”

jogja, 15 oktober 2014 // 10.49 pm

Advertisements