cerita-lucu-kuda-2

Assalamualaikum, sekali-kali pengen nulis gaya ABG lagi nih. Alay sih sebenarnya, tapi biarin aja yang penting seneng. kali ini mau nulis tentang pelaminan.

Ini dia “penyakit” yang sudah jauh “menggerogoti” anak muda, khususnya lagi anak muda yang kebelet nikah muda.

Kadang ane suka ngerasa heran. Andai ada satu aja yang “udah” (red. nikah). behh, udah deh, ributnya bisa satu kampung. Bisa 7 turunannya dia ngomongin yang sama saking hebohnya.

Terus ane mikir, kadang sampe kebawa-bawa mimpi, teriak-teriak dalam dunia bawah sadar, mencoba memecahkan masalah apa yang sebenarnya tengah terjadi di antara kerumunan orang lalu-lalang ini. adakah sedikit jawaban yang kan kutemukan. Wahai Ebiet G punya Ade, bolehkah aku bertanya pada rumput yang bergoyang milikmu?

#ngawur

Mari kita lanjutkan. Langsung tu de poin aja lah ya. Sebenarnya kali ini ane pengen banget ngebahas tentang satu hal ini. tadi kan udah disinggung tuh, tentang nikah. Wohooooo. Nikaahh boy, siapa sih yang gak pengen nikah?? Ane?? Udah jelas Pengenlah !!! asoy gitu.

Dikawasan ane, ritual satu ini bukan hal yang tabu lagi, bukan hal yang harus disembunyikan, bukan hal yang mesti ditutupi, makanya akhirnya terlalu vulgar dalam membicarakan tentang cinta dan nikah.

Apalagi sekarang bulan syawal, banyak bener undangan nikah di mana-mana, katanya bulan bagus buat gawean atau kawinan. bener apa? tapi iya juga sih, ditambah sekarang lagi musim ujan.

Uwaaaaa, emak!! pengen!!

Ane sih gak masalah kita belajar dan memahami tentang nikah ini, apalagi buat ngelaukinnya. tapi itu lo, jangan terlalu vulgar dipamer-pamerin-lah. Ane kadang suka risih, tiap Online, buka fesbuk, buka twitter, buka baju, buka celana. Ngomonginnya tentang nikah mulu.

 

Cinta adalah saat kita sudah di pelaminan.

Cinta adalah saat dia berani mendatangi orangtuamu.

Cinta adalah saat kau tak menyentuhnya, dan menjaga kehormatan wanita itu.

cinta ketika kau berani ke KUA bersamanya.

Cinta, cinta, cinta, KUA, KUA, KUA.

Ah, cinta adalah t*ai Kuda!!

Wohoooo.

 

Seminar nikah, pengajian tentang nikah, apapun tentang nikah didatangi, buku-buku tentang membangun keluarga dibaca semua. Ada yang nikah harus jadi undangan. Pujaan hati nikah sama orang lain, gigit aspal, guling-guling jadi polisi tidur. Haha

 

Status-status mereka tentang cinta dan nikah, kadang membuat ane bertanya, nikah ini sebenarnya sebuah kebutuhan atau karena kebelet gak tahan aja sih?

Juga mestinya mereka yang siap menikah itu ya diem-diem aja gitu lo, jangan terlalu vulgar membicarakan tentang nikah. Apalagi mereka yang udah nikah, manas-manasin kayak kompor 3Kg. meledak baru tau rasa.

Dengan adanya kegaduhan tentang nikah ini, malah akan mengganggu atmosfer perjuangan, perjuangan kita. Kalian tau lah itu apa perjuangan kita.

Revolusi itu akan kita mulai dari berpikir mendalam dan mikirin umat, untuk menyelamatkan mereka dari kebobrokan zaman, boy. Revolusi sosial gak akan dimulai dari pernikahan kalian. Bener dah. Bukan dari mikirin umatan wahidah, umat yang satu itu aja. Jadi tolonglah, kalau mau nikah, ya nikah aja. Omongin baek-baek sama orang tua. Sama si dia juga. Cukup, malah ane ikutan omongin nikah nih.

Jadi harapan ane, jangan terlalu vulgar-lah ya, ngomongin tentang hal ini. pelajari boleh, dan terapkan apalagi, sangat boleh. Tapi tolong keep silent. Tempuh jalan sunyi aja.

Jangan ganggu atmosfer para “singa peradaban” yang sedang bergelut dengan alam pikir mereka untuk merangkai revolusi kita!!!

 

Salam.

Advertisements