siang-dan-malamSiang tak pernah khianat, malam pun tau siang tak mungkin terlambat. Hanya manusia bumi yang terlampau keparat. Berapa banyak kerumunan itu menyumpah siang agar selalu malam. Tak terhitung berapa yang meludahi nasib, sebab siang tak memberi ia waktu bersaing. Akhirnya mereka menyepi pada malam. Hanya meminta, sebab malam paling mengerti bagi mereka. Pandangnya malam tak kejam, padahal di sana mengintai lelap, siap membanting jiwa tak tenang. Akhirnya akupun hanya mampu meratap langit. Melihat awan terselubung hitam.

Padahal sama saja. Hanya berbeda warna.

Dari siang aku belajar, pada malam aku merenung. Dua hal yang begitu tampak saling menentang. Tapi satu tak mungkin ada tanpa yang satu. Dari mereka aku belajar makna keseimbang, pada mereka aku tau arti sebuah kebijaksaan.

Malam menangis dan hanya ada senyap, jika kubunuh sang siang. Derita siang, jika malam tak beri kesejukan dalam keistirahatan.

 

Advertisements