number13

“Larik 13”

Melontar dari zaman ke zaman

Menari di atas derita

Kaum marjinal dikangkangi selangkang kuasa

Dari dulu hingga kini, tetap tertutup mata

Tapal batas t’lah direntang

Kolong panggung ratapi langit

Bantar kali rindukan istana megah menteng,

Cikeas,

Cendana,

Terlampau banyak lingkar dinasti setan, penuh asa dan angan palsu

Hancurlah berkeping, tutup lubang-lubang dinding kami

Malam sudah bosan temani rincingan tutup botol

Kelam muak melihat pelacur mengobral tubuh

Siang tak perduli lagi pada para ayah, pembawa kepalsuan, pelempar lembaran pada warung remang

Lintah darat datang diakhir tahun

Gagah berani bertengger pada kusen pintu

Ibu menangis menahan kasur, “Jangan dibawa pergi!!”

Meringsut anak pada lantai dingin, menahan lapar

Berputar kemana itu lembaran?

Awal mendekati akhirnya, bahkan usai sebelum bermula

Selalu begitu janji mentari, pada bumi yang berputar

Di penghujung ini, janji kembali ditebar

Perangkap, dan lihat.

Akan ringkih kembali badan

Lupa. Alasan lawas penguasa

Sulit. Sudahlah, turun saja!!

Larikku sudah sampai akhir langkah 13

Kan terus berlanjut!!

Jogja, 2 Desember 2013

Advertisements