penyair-mati2

Rinai tangis para pengeja kata,

Sajak muram, lebam oleh masa,

Saat raut tak lagi lukiskan rasa,

Kau?? Tenggelam dimakan usia.

Pemain, pelakon sejarah dalam abad,

Merecoki jiwa-jiwa keparat,

Luka, tergores, tersayat,

Dihentam palu godam menembus jasad.

Penjara, jeruji bagi mereka yang bersuara lantang,

Tegak, tak gentar, kan selalu menantang,

Melawan, dengan kata menentang,

Akan kuasa rakus yang mulai usang.

Kau pelempar kata,

Bersenjata pena, tajam bak keris para raja,

Silih berganti, mati satu, muncul berjuta,

Melawan dengan larik-larik sarkas sastra.

Kau, para pujangga kata, kau hilang,

Habis ditelan kuasa dan masa,

Akhirnya hilang,

Dan muncul kembali setelah tiada.

Karya-karya kembali bicara,

Saat raga tak lagi pijaki atas dunia,

Tanah gerogoti tubuh, tapi asa?

Jauh dipedalaman sana, kan tetap hidup.

Dan mereka muncul dari tiada, menjadi ada!!!

26 september 2013

Agie

Advertisements