197062_156727174386982_100001491005685_343995_297024_nTepat dua tahun lalu, masih kuingat dengan sangat. Momen dan masa yang tak akan terulang lagi. Saat dimana masa depan hampir ku pertaruhkan diatas lembaran kertas pengumuman.

Kawan?? Masih kau ingat saat itu?

Kawan? Masih kau kenang masa itu??

Kawan? Masih kau rasakan panasnya semprotan warna-warni itu?

Kawan? Sekarang, apa masih kau ingat hadirnya aku waktu itu? masih ingatkah akan aku, dia, dan mereka. Ingat akan kita.

Masihkah terpikir oleh kawan-kawan sekalian kebersamaan itu?

Dasar waktu, terlalu cepat kau merenggut kebersamaan kami.

Cepat, memang cepat, sungguh terlalu cepat masa berlalu, tak pernah menunggu, tak pernah menanti. Terus beredar dengan cepatnya putaran jam.

Ribuan lembar kertas mungkin tak akan pernah cukup untuk merangkum kisah tiga tahun penuh goresan dan cerita itu. saat kita saling berbagi. Duduk bersama dibawah rindangnya pohon ketapang sekolah. Berbagi sekantong air yang kita beli bersama dikantin belakang sekolah. Banyak cerita terpendar dari sisa-sisa gambar yang berhasil kita ambil. Lukisan diri, sekarang sudah jauh. Dirimu sekalian pun entah jauh kemana-mana.

Dua tahun lalu, berlalu begitu cepat. Waktu tak akan menunggu, sebab waktu bukan batu. Waktu tak akan pernah berhenti. Berlari lah bersama waktu.

Dua tahun lalu, bersama kita tinggal kan sekolah untuk semua cita-cita. Berharap suatu hari nanti kembali bisa saling merangkul, bercerita kisah kita masing-masing, tentang kerasnya dunia.

Mulai saat itu, hari kita baru bermula kawan. Jangan senang dulu. Kini baru aku sadari, dunia telah menunggu.

Tanyakan pada dirimu masing-masing.

Bagaimana akan kita jalani hidup setelah ini? jauh, jauh setelah semua ini. ku kira sudah saatnya kita semua tahu dan mencari tentang itu. dan tanyakan pula mengapa semua ini harus terjadi, barangtentu pertanyaan ini terbersit. Mengapa begitu cepat ini semua berlalu?

Tiga tahun mengisi kertas kita masing-masing, mencari ilmu dunia dan mencari hakekat semua. Tahun-tahun dimana kita belajar bersama, dengan perhatian guru-guru kita. Selalu mereka hadir dan perduli jika kita datang terlambat dan tak mengerjakan soal-soal dari mereka. Sesaat saja kau tak hadir dalam kelas guru-guru akan menanyakan keberadaanmu.

Tapi kini, semua itu nyaris seperti dongeng. Sungguh ingin kurasa kembali dongengan kesetiaan itu. kini, kau sendiri kawan, pilihan semua ditanganmu. Kehidupan adalah sebenar-benar guru. Kini kita yang belari menjemput pengajar-pengajar kita.

Dalam muara tiga tahunmu, kini semua akan dipertaruhkan.

Senang boleh, tapi jangan sampai lupa apa yang menunggu mu setelah ini. dunia menanti mu kawan. Siaga lah. Dunia tak akan pernah enggan meninggalkan mu sendirian.

Teman sejati kini entah pergi kemana? Janji setia dengan kawan-kawanmu dulu, jangan sampai hanya sekedar jadi hikayat dan dongeng semata.

Demi masa, Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,
Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.  (QS. Al-‘Ashr)

39554_1322315878014_1834357676_610426_4849794_n 248097_1585683302035_1834357676_1006231_4648755_n

Advertisements