wpid-img_20120625_094701

Sampaikan salam terindahku untuk dia yang aku cari, sebab belum waktunya tuk bertemu. Apa yang ada dihadap ku menunggu untuk ditemukan. Waktuku tak mungkin hanya akan dihabiskan dengan secangkir kopi pagi hari, juga tidak hanya untuk menemani hati yang tak jelas ujung pangkalnya.

Bagi makhluk bernyawa, tak ada yang lebih indah dari surga. itu tujuan akhirku kawan. Maukah temani aku untuk mencapainya?

ahh~, Jangan kau sebut ini omong kosong belaka. Dahulu Televisi pun dipikir suatu yang tak nyata , tapi nyatanya ?

hey, kau yang disana. tidurmu sudah terlalu lama, tak enggan dilihat kambing yang mengembek dari tadi pagi, berusaha menemukan rumput untuk menegakkan kaki .

mau jadi apa aku ? jika sampai saat ini hanya berleha-leha.

mau jadi apa aku ? sampai saat ini hanya mengekor dibalik mereka

mau jadi apa aku ? hingga kini hanya melihat, tanpa sanggup merasa.

jangan tanyakan hidup ku akan jadi “APA” ?

tapi tanyakan pada ku, “APA yang akan kulakukan untuk menjadi “APA”?”

masa tak akan menunggu sampai aku siap, tapi aku harus siap untuk menghadapi masa.

oh , kawanku ! siap kah kau menhadapi masa yang siap menerkam kapan saja. masa IBARAT pelajaran trigonometri, salah menghitung banyak sudut yang akan lari.

hidup pun tak semudah permainan , saat kau bosan bisa diganti dengan permainan lainnya.

hidup cuma sekali, mau jadi apa kau nanti?

pikirkan dunia tak akan ada habisnya, pikir akhirat tak semudah dilihat mata.

itu pilihan mu , mati dijalan Allah dan masuk surga, atau mati sangit tak berbekas menuju neraka?

aku hanya mengingatkan kawan. tak mesti menunggu seperti malaikat tuk meyampaikan kebenaran. tapi tak pula mengingatkan tanpa mencontohkan.

bergerak lah bersama , “MAU JADI APA KITA NANTI? SETELAH MATI”

“catatan seorang hamba”

tanjungpinang, 31 agustus 2012

Advertisements